Kamis, 04 Juli 2024

BernalarXNeo

 Menuju BernalarXNeo


    Bersambung pada cerita sebelumnya. Kemarin gua bercerita tentang perjalanan gua untuk sampai ke lokasi, sekarang adalah cerita bagaimana gua berada dilokasi.

    Setelah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan, pada akhirnya gua sampai pada Stasiun terakhir yaitu stasiun Universitas Indonesia. Setelah sampai disana, gua keluar dari stasiun dan membeli sebotol air mineral karena gua haus.

    Perjalanan belumlah usai, karena gua harus menuju Fisip UI yang menjadi tempat acara berlangsung. Karena gua tiba disana sekitar pukul 11.30 WIB maka sudah waktunya untuk bersiap untuk melaksanakan sholat Jumat. Gua sholat di Masjid Ukhuway islamiyah UI. Jujur, masjidnya sangat elegan sekali. Dengan arsitektur yang Tradisional, area nya sangatlah luas. Bener - bener enak dan nyaman banget kalo ada disana.

    Setelah gua melakukan sholat jumat dan mengeluarkan segala hadas dari tubuh supaya lega dan bersih. Saat nya kita menuju lokasi yaitu Fisip UI di gedung Mochtar Riyadi. Sebenarnya gua pengen makan dulu sih, tapi karena waktu udah menunjukan pukul 12.55 WIB maka gua harus secepatnya pergi kesana sebelum terlambat.

    Saat menuju ke lokasi, sebetulnya ada beberapa kebingungan yang terjadi, lantaran disana tidak begitu banyak orang. Yang pada akhirnya, gua memutuskan untuk ngikut - ngikut orang aja kemana perginya. Tapi alhamdulillah, kebingungan telah usai setelah mendapati adanya tempat yang terdapat orang nya. Dan gua pun akhirnya bisa berada dilokasi tempat acara berlangsung.

    Sebelum masuk, kita semua dicek barang bawaan. SOP pada umumnya ketika mendatangi sebuah acara. Setelah gua dicek aman, karena emang tidak membawa barang yang terlarang. Gua sudah berada di dalam ruangan sejuk, disana masih belum banyak orang karena memang baru banget. Gua duduk dibagian ke-empat dari depan supaya kelihatan jelas narator yang akan berbicara nantinya.

    Setelah menunggu, MC membuka acara dengan cukup baik. Narator pertama ialah JJ Rizal yang membahas tentang literasi sejarah, setelahnya gua lupa siapa. Gua sebutkan saja narator yang hadir dan materi yang disampaikan. Kemudian ada Asep Kambali selaku pendiri Komunitas Historia Indonesia dan juga seorang Presiden Asep Sedunia yang membawakan pembahasan tentang pentingnya pemahaman sejarah dan bagaimana karirnya sebagai seorang sejarawan. 

    Ia berkata, "Kunci sukses ada 3S. Sehat, Semangat, Silaturahim." Ungkapnya saat itu. Kita harus memiliki kesehatan yang baik untuk menjalani setiap kegiatan yang kita lakukan, kita herus bersemangat dalam menjalani kehidupan, dan kita harus terus menjaga silaturahim agar tidak terputus koneksi yang membuat kita tak memiliki teman atau jaringan yang luas untuk upaya mencapai kesuksesan.

    Selanjutnya ada Ahwy Karuniado dari Hipotesa Media yang membahas tentang kebiasaan buruk masyarakat Indonesia khusus nya para pemuda seperti kurangnya membaca dan terlalu banyak mengonsumsi hal - hal yang tidak penting di sosial media.

    Kemudian ada Leonardo Alden dari Inspect History yang membahas tentang pentingnya toleransi dalam memahami sejarah. Saat beliau menjadi narator, ada banyak keseruan yang terjadi yaitu ketika dirinya membahas sejarah yang berkaitan dengan orang barat menjajah negeri kita. Ia menggambarkan dengan cara memainkan peran yang dilakukan oleh audience yang dirinya pilih.

    Nah selanjutnya ada Guru Gembul. Sebagai seorang baraya, gua sangat senang sekali dapat menghadiri acara ini karena bisa melihat langsung bagai mana sosok Guru Gembul berbicara. Ia dengan lantang dan tegas berbicara tentang kebobrokan pemerintahan khususnya pada kasus PDNS KOMINFO yang terkena Ransomware. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidaklah belajar sejarah karena catatan sejarah memiliki fungsi agar kita dapat belajar dari kesalahan masa lalu, dengan begitu pada kemudian hari kita tidak mengulangi sejarah yang sama.

    Setelah itu ada sesi yang bernama Ruang Dialektika yang dipandu oleh Stevie Thomas dari Muda Berdaya,  dengan narasumber Dr. Bondan Kanumoyoso dan San Tobias dari Pinter Politik. Pada sesi ini membahas "Urgensi menguak sejarah" dengan mengangkat diskusi topik  peristiwa G30S.

    Dr. Bondan Kanuwoyoso menjelaskan bahwa, kita tidak boleh membatasi pembahasan sejarah pada satu topik saja. Karena memang banyak sekali masalah sejarah yang lebih krusial dari pada itu.

  Topik kedua yaitu mengenai "Pribumi, makna dan relevansinya" Dr. Bondan Kanuwoyoso berpendapat bahwa kata "Pribumi" tidak lagi relevan karena seluruh masyarakat saling berinteraksi dengan identitas sebagai bangsa Indonesia. San Tobias juga mengatakan bahwa istilah "Pribumi" Sebaiknya diganti dengan orang Indonesia, karena istilah tersebut terjadi pada masa Kolinialisme. Dimana sekarang kita tidak lagi berada di era tersebut.

    Setelahnya, kita di berikan topik mengenai mitos dan legenda di Indonesia. Narator pertama yang membahas hal ini adalah Fajar Aditya seorang Content Creator yang membahas berkaitan dengan mitos dan hal mistis yang lekat berada dilingkungan kita. Ia membahas tentang mitos pada gunung Kemukus yang cukup terkenal, kemudian ada mitos seperti "Pohon keramat" dan "Nyi Roro Kidul" Fajar menjelaskan bahwa, mitos masih dipertahankan dengan alasan tertentu seperti pada motif ekonomi, dengan menarik pengunjung atau peziarah dan mendukung penginapan lokal.

    Sesi terakhri ditutup oleh Hanafi Wibowo dari Neo Historia yang membahas tentang "Genderuwo". Mahluk mistis ini telah ada sejak jaman Hindu-Buddha yang telah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Menurut Hanafi Wibowo, penting untuk mencari kebenaran dibalik cerita - cerita mistis dan melihatnya dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan pemahaman yang utuh.

    Setelah acara berakhir, gua melihat sejenak keruang Mingle. Disana ada narator - narator yang tadi menyampaikan gagasannya. Sayangnya, gua gak bisa bertemu langsung dengan Guru Gembul, padahal gua sudah sangat menantikan moment tersebut. Ya.. Walaupun belom bisa foto sama pak Guru, tapi setidak nya gua bisa mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan baru dari mereka.

    Setelahnya gua pulang.

    Bersambung...

    

1 komentar: