Senin, 22 Juli 2024

Nikmat Sholat

 Nikmat Sholat





    Saya adalah seorang muslim, tapi tidak begitu taat. Saya merasa diri sudah sangat jauh sekali dengan yang namanya Tuhan dan Ibadah. Seharusnya saya Sholat 5 waktu, ini tidak. Seharusnya saya sholat Jum'at, ini tidak. Sudah sangat jauh sekali, bahkan hingga hilang arah.

    Kemudian saya bertekad untuk kembali untuk membangun Rohani saya yang telah runtuh karena tak ada penyangga sama sekali. Hal pertama yang harus diutamakan adalah Sholat, karena sholat adalah tiang dari segala bangunan. Memang pada mulanya sulit untuk melaksanakan, tapi ketahuilah bahwa jika seseorang sudah memiliki tekad yang bulat terhadap apa yang ingin dia lakukan, niscaya akan terlaksana semua.

    Sholat cuma beberapa menit saja, tak akan menghabiskan waktumu yang sia - sia jika dibanding dengan kemaksiatan itu. Walau baru jalan seminggu, sudah terasa sekali perbedaan yang ada pada diri dan semoga in akan berkelanjutan sampai akhir hayat.

"Walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa guna nya..."

    Begitulah nyanyian masa kecil yang selalu terdengar. Ya.. Memang hampa seperti rumah kosong yang tak ada isinya sama sekali. Bagi saya Sholat adalah pilar rohani yang mampu menjaga bangunan dari segala bencana alam. Saking kuatnya, mampu membawamu pada kebahagiaan kelak.

    Aku tak tahu kapan aku mati dan aku tak tahu kapan aku akan terpuruk, hanya satu hal yang membuat ku dapat bertahan dari segala bencana itu. Adalah dengan Ibadah sholat. Kehampaan itu kemudian di isi oleh kebahagiaan dan ketenangan ketika bersujud kepada Allah SWT, tak ada yang bisa mengganggu gugat hal itu.

    Jangan lupa sholat kawan.

 

Kamis, 04 Juli 2024

BernalarXNeo

 Menuju BernalarXNeo


    Bersambung pada cerita sebelumnya. Kemarin gua bercerita tentang perjalanan gua untuk sampai ke lokasi, sekarang adalah cerita bagaimana gua berada dilokasi.

    Setelah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan, pada akhirnya gua sampai pada Stasiun terakhir yaitu stasiun Universitas Indonesia. Setelah sampai disana, gua keluar dari stasiun dan membeli sebotol air mineral karena gua haus.

    Perjalanan belumlah usai, karena gua harus menuju Fisip UI yang menjadi tempat acara berlangsung. Karena gua tiba disana sekitar pukul 11.30 WIB maka sudah waktunya untuk bersiap untuk melaksanakan sholat Jumat. Gua sholat di Masjid Ukhuway islamiyah UI. Jujur, masjidnya sangat elegan sekali. Dengan arsitektur yang Tradisional, area nya sangatlah luas. Bener - bener enak dan nyaman banget kalo ada disana.

    Setelah gua melakukan sholat jumat dan mengeluarkan segala hadas dari tubuh supaya lega dan bersih. Saat nya kita menuju lokasi yaitu Fisip UI di gedung Mochtar Riyadi. Sebenarnya gua pengen makan dulu sih, tapi karena waktu udah menunjukan pukul 12.55 WIB maka gua harus secepatnya pergi kesana sebelum terlambat.

    Saat menuju ke lokasi, sebetulnya ada beberapa kebingungan yang terjadi, lantaran disana tidak begitu banyak orang. Yang pada akhirnya, gua memutuskan untuk ngikut - ngikut orang aja kemana perginya. Tapi alhamdulillah, kebingungan telah usai setelah mendapati adanya tempat yang terdapat orang nya. Dan gua pun akhirnya bisa berada dilokasi tempat acara berlangsung.

    Sebelum masuk, kita semua dicek barang bawaan. SOP pada umumnya ketika mendatangi sebuah acara. Setelah gua dicek aman, karena emang tidak membawa barang yang terlarang. Gua sudah berada di dalam ruangan sejuk, disana masih belum banyak orang karena memang baru banget. Gua duduk dibagian ke-empat dari depan supaya kelihatan jelas narator yang akan berbicara nantinya.

    Setelah menunggu, MC membuka acara dengan cukup baik. Narator pertama ialah JJ Rizal yang membahas tentang literasi sejarah, setelahnya gua lupa siapa. Gua sebutkan saja narator yang hadir dan materi yang disampaikan. Kemudian ada Asep Kambali selaku pendiri Komunitas Historia Indonesia dan juga seorang Presiden Asep Sedunia yang membawakan pembahasan tentang pentingnya pemahaman sejarah dan bagaimana karirnya sebagai seorang sejarawan. 

    Ia berkata, "Kunci sukses ada 3S. Sehat, Semangat, Silaturahim." Ungkapnya saat itu. Kita harus memiliki kesehatan yang baik untuk menjalani setiap kegiatan yang kita lakukan, kita herus bersemangat dalam menjalani kehidupan, dan kita harus terus menjaga silaturahim agar tidak terputus koneksi yang membuat kita tak memiliki teman atau jaringan yang luas untuk upaya mencapai kesuksesan.

    Selanjutnya ada Ahwy Karuniado dari Hipotesa Media yang membahas tentang kebiasaan buruk masyarakat Indonesia khusus nya para pemuda seperti kurangnya membaca dan terlalu banyak mengonsumsi hal - hal yang tidak penting di sosial media.

    Kemudian ada Leonardo Alden dari Inspect History yang membahas tentang pentingnya toleransi dalam memahami sejarah. Saat beliau menjadi narator, ada banyak keseruan yang terjadi yaitu ketika dirinya membahas sejarah yang berkaitan dengan orang barat menjajah negeri kita. Ia menggambarkan dengan cara memainkan peran yang dilakukan oleh audience yang dirinya pilih.

    Nah selanjutnya ada Guru Gembul. Sebagai seorang baraya, gua sangat senang sekali dapat menghadiri acara ini karena bisa melihat langsung bagai mana sosok Guru Gembul berbicara. Ia dengan lantang dan tegas berbicara tentang kebobrokan pemerintahan khususnya pada kasus PDNS KOMINFO yang terkena Ransomware. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidaklah belajar sejarah karena catatan sejarah memiliki fungsi agar kita dapat belajar dari kesalahan masa lalu, dengan begitu pada kemudian hari kita tidak mengulangi sejarah yang sama.

    Setelah itu ada sesi yang bernama Ruang Dialektika yang dipandu oleh Stevie Thomas dari Muda Berdaya,  dengan narasumber Dr. Bondan Kanumoyoso dan San Tobias dari Pinter Politik. Pada sesi ini membahas "Urgensi menguak sejarah" dengan mengangkat diskusi topik  peristiwa G30S.

    Dr. Bondan Kanuwoyoso menjelaskan bahwa, kita tidak boleh membatasi pembahasan sejarah pada satu topik saja. Karena memang banyak sekali masalah sejarah yang lebih krusial dari pada itu.

  Topik kedua yaitu mengenai "Pribumi, makna dan relevansinya" Dr. Bondan Kanuwoyoso berpendapat bahwa kata "Pribumi" tidak lagi relevan karena seluruh masyarakat saling berinteraksi dengan identitas sebagai bangsa Indonesia. San Tobias juga mengatakan bahwa istilah "Pribumi" Sebaiknya diganti dengan orang Indonesia, karena istilah tersebut terjadi pada masa Kolinialisme. Dimana sekarang kita tidak lagi berada di era tersebut.

    Setelahnya, kita di berikan topik mengenai mitos dan legenda di Indonesia. Narator pertama yang membahas hal ini adalah Fajar Aditya seorang Content Creator yang membahas berkaitan dengan mitos dan hal mistis yang lekat berada dilingkungan kita. Ia membahas tentang mitos pada gunung Kemukus yang cukup terkenal, kemudian ada mitos seperti "Pohon keramat" dan "Nyi Roro Kidul" Fajar menjelaskan bahwa, mitos masih dipertahankan dengan alasan tertentu seperti pada motif ekonomi, dengan menarik pengunjung atau peziarah dan mendukung penginapan lokal.

    Sesi terakhri ditutup oleh Hanafi Wibowo dari Neo Historia yang membahas tentang "Genderuwo". Mahluk mistis ini telah ada sejak jaman Hindu-Buddha yang telah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Menurut Hanafi Wibowo, penting untuk mencari kebenaran dibalik cerita - cerita mistis dan melihatnya dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan pemahaman yang utuh.

    Setelah acara berakhir, gua melihat sejenak keruang Mingle. Disana ada narator - narator yang tadi menyampaikan gagasannya. Sayangnya, gua gak bisa bertemu langsung dengan Guru Gembul, padahal gua sudah sangat menantikan moment tersebut. Ya.. Walaupun belom bisa foto sama pak Guru, tapi setidak nya gua bisa mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan baru dari mereka.

    Setelahnya gua pulang.

    Bersambung...

    

Rabu, 03 Juli 2024

Naik KRL ke UI

Jalan - jalan ke UI


    Jadi ceritanya pada hari Jumat, tanggal 28 Juni 2024 kemarin. Gua ada jadwal untuk mengikuti kegiatan seminar yang diadakan oleh organisasi namanya Muda Berdaya yang di bantu dengan anggota BEM FISIP UI, karena lokasinya disana. Karena selama liburan akhir semester ini gua nggak ada kerjaan atau kegiatan sama sekali, jadi gua memutuskan untuk ikut karena acaranya gratis. Dan alhamdulillah, gua bisa dapet tiketnya karena terbatas.



    Nah, pada akhirnya gua berangkatlah kesana pake KRL. Pengalaman gua naik kereta itu tipis, bisa dibilang baru sekali naik, dan pada saat itu juga gua sama temen - temen yang emang udah tau gimana naik KRL.

    Setibanya gua di statsiun Tangerang, karena gua kesana naik motor. Gua harus markir dulu motor gua, kemudian masuklah gua ke parkiran. Disini gua rada keder, gua kebingungan ngelewatin gatenya karena ada dua. Jadi ada dua gerbang masuk parkiran, ada kiri dan kanan. Gerbang yang kanan ada tulisan yang intinya gerbangnya sedang bermasalah, yaudah gua masuk ke gerbang yang kiri. Eh ternyata gerbang kiri bayarnya non tunai. Pada saat itu gua bingung asli mau masuk lewat mana. Kemudian setelah itu, petugas nya menghampiri gua buat nunjukin masuknya yang ternyata di gerbang bagian kanan, yang tadi ada bacaan bermasalahnya. Wah itu langsung gua gajelas, akward moment.

    Setelah gua masuk untuk parkir, gua berpikir sejenak, "ini gua masuk ke stasiun lewat mana ?". Gua lihat lah ada parkir ditempat yang sama, yang setelah dia parkir di langsung jalan lurus kedepan bukan keluar parkir. Sebelum gua melihat orang ini, gua berpikir kalo masuk nya itu ada diluar parkir, karena memang pertama gua naik KRL, masuknya lewat situ. Dan ternyata ada pintu kedua masuk stasiun.

    Oke, sekarang sudah nemu pintu masuk. Gua mau isi saldo kartu Multi Trip yang gua pinjem dari temen gua. Pada saat ini gua rada bingung buat ngisi, sebelumnya sih pernah gua ngisi saldo. Tapi gua lupa karena waktunya sudah terlampau jauh dari waktu saat gua kembali lagi ke stasiun tersebut. Gua coba lah isi. Yap, lagi - lagi gajelas. Gua kebingungan kenapa ga keluar output buat ngisi saldo padahal gua udah masukin kartu ke tempat. Setelah gua kebingungan, akhirnya gua panggil petugas disana buat bantuin keadaan bingung gua. Dan ternyata gua salah masuk. 

    Jadi ditempat pengisian saldo atau beli tiket, itu yang gua lihat ada dua loker gitu. Loker kiri ada lampu hijau yang menyinari loker, sedangkan loker kanan gak lampu sama sekali. Karena gua berpikir bahwa yang ada lampu hijau nya adalah untuk menaruh kartu untuk diisi saldonya, maka gua taro lah disitu. Dan ternyata selama gua kebingungan itu, gua salah milih loker. Hadoooh, untung aja ada petugas yang bisa bantu gua, kalo ga udah keder gua.

    



    Tujuan utama gua ada menuju stasiun Universitas Indonesia. Maka rute yang di pakai adalah : Tangerang, Duri transit, Tanah abang, Manggarai, dan tiba pada Universitas Indonesia. 

    Dari Stasiun Tangerang ke Stasiun Duri, ga ada masalah. Nah ketika berada di Tanah Abang, Gua hampir ditinggal kereta. Kenapa bisa seperti itu ? Karena gua berpikir pada saat itu, gua harus turun di tanah abang dan kemudian mengambil jalur untuk ke Manggarai. Ternyata itu salah setelah gua mendengar suara petugas informasi jalur kereta. Kalo ga salah ngomong nya begini "Selamat datang di stasiun Transit Tanah Abang, harap perhatikan bawaan anda. Jika anda ingin menuju stasiun Transit manggarai, maka tetap berada di dalam Commuter Line". Waduh, untung gua denger, kalo ga tu kereta udah lanjut duluan. Karena pada saat itu gua udah turun, karena gua mendengar suara itu. Gua langsung naik lagi di pintu depan.




    Oke, kita akan lanjut menuju Manggarai untuk kemudian melaju kembali menuju stasiun utama yaitu Universitas Indonesia. Setalah sampai di Manggarai, gua lagi - lagi bingung karena, gua ga tau yang rute Bogor line dimana. Karena memang Stasiun Universitas Indonesia berada di rute Bogor Line. Ya udah gua nanya ke petugas disana. Mungkin karena lelah dan bingung, saat bertanya gua jadi linglung, "Pak, stasiun Manggarai kemana ?" Tanya gua kepada petugas. Yang kemudian petugas tersebut mejawab "Ini Manggarai." wah linglung sekali gua ini. Karena gua menyadari hal itu, gua langsung nanya lagi dimana tempat kalo mau ke bogor. Dan alhamdulillah, gua bisa sampai di peron untuk rute menuju bogor.



    Dan sampai kereta datang, perasaan gua sangatlah lega karena akhirnya bisa berada pada rute terakhir perjalanan.

    Sekitar 10 - 15 menit, kereta sampai pada Stasiun Universitas Indonesia. Lokasi pemberhentian terakhir gua, dan setelah nya gua keluar untuk beli minum dan bersantai. Akhirnya gua sampai dilokasi, dan waktunya gua mencari masjid dan lokasi tempat dimana acara dilaksanakan.

    Itu aja perjalanan menggunakan KRL, dari Stasiun Tangerang - Universitas Indonesia kira - kira memakan waktu 1,5 jam-an, dengan ongkos RP 6,000.00 aja.

    Bersambung...



Kamis, 27 Juni 2024

Belajar dikit

 Ceritanya buat project

Jadi... Ini project simple banget dari hasil belajar bahasa C++.
Ini project biasa aja, tapi semoga kedepannya bisa jadi luar biasa...

#include <iostream>
#include <string>
using namespace std;

int main() {
    string nama;
    string jurusan;
    int nomorAbsen;

    cout<< "Masukan nama Anda : ";
    getline(cin, nama);
    cout<< "Jurusan Anda : ";
    cin>> jurusan;
    cout<< "Nomor absen anda : ";
    cin>> nomorAbsen;

    cout<< "Menerima data....."<<endl;
    cout<< "Terima kasih telah mengisi Absensi :)";
    return 0;
}

 Itu adalah source code nya, mungkin kalo ada hal yang bisa dikritik dari code tersebut, bisa di comment saja. Untuk bahan pembelajaran.

Hasil nya adalah :


TERIMA KASIH

 

Kamis, 20 Juni 2024

Roda kehidupan

 Roda Kehidupan


    Ibarat naik turun gunung, ketika sudah dia atas hanya ada dua pilihan, bertahan disana atau turun dan mendaki gunung yang lain. Seperti  itulah kehidupan setiap manusia, ketika sudah mencapai puncaknya, seseorang akan memilih untuk bertahan dengan segala badai  dan ancaman atau turun dan mendaki kembali pada gunung baru yang lebih menantang.

    Pada akhirnya semua akan menjadi pengalaman untuk belajar, entah untuk orang lain atau untuk diri sendiri. Salah satu kutipan dari yang saya dengar dari salah seorang filsuf di indonesia yaitu Fahrudin Faiz. Bahwasannya "Ini akan berlalu".  Jadi roda kehidupan tak akan pernah berhenti berputar sekalipun engkau berusaha mengehntikannya karena engkau sudah berada di zona nyamanmu.

    Cara terbaik untuk mengontrol roda ini adalah dengan menyadari keadaannya sebagai roda yang berputar.

Sabtu, 08 Juni 2024

Kawan

 Kawan

     Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan hidup. Setiap individu pasti memiliki kawan maupun lawan, oleh karenanya dinamika kehidupan dari setiap mahluk hidup yang ada di dunia ini dapat terjadi. Mungkin kita bertanya, mengapa selalu ada musuh dan mengapa kita berteman. Dan inilah sebab yang terjadi oleh karena dinamika dalam hidup setiap mahluk.

   Berbicara tentang manusia, setiap individu seorang manusia memiliki kemampuannya sendiri. Berkaitan dengan interaksi, manusia haruslah bekerja sama dalam membantu segala hal yang menjadi kesulitan. Karena nya kita harus mengetahui bahwa tak ada seseorang yang boleh membandingkan manusia satu dengan manusia lainnya karena setiap individu diciptakan berbeda - beda dan mereka memiliki kemampuan nya masing - masing.

Manusia itu berbeda

    
    Kawan, seseorang yang peduli dan selalu bersama kita dalam setiap kondisi. Kita semua memerlukan dia untuk kehidupan kita yang lebih baik, segala stres, tekanan pekerjaan, kesepian, putus asa, dan dalam masa keterpurukan. Kawan sejatilah yang akan menemani kita, seseorang yang ikhlas, seseorang yang sangat peduli kepada kita. Entah sehampa apa hidup ini bila tak ada mereka, mungkin kita sudah dalam kehampaan yang luar biasa.

    Maka dari itu, memiliki seorang kawan sangatlah diperlukan, jangan menjadi seseorang yang menganggap bahwa dirimu bisa hidup sendiri tanpa adanya mereka. Karena hidup adalah tentang cinta dan kasih sayang sesama mahluk-nya.

    Bila kawanmu ada yang mengalami kesulitan, maka bantulah ia dengan yang bisa kau bantu untuk nya, karena itu adalah hal yang sangat berharga bagi dirinya. Dan bersama - sama lah dalam kebaikan yang mulia untuk sebuah kehidupan  yang bermanfaat bagi orang banyak.